Buah jatuh, tak jauh dari pohonnya. Pepatah ini, selaras dengan perjalanan karier politik Athari Gauthi Ardi, Wakil Sekjen DPP PAN. Darah politik Ayahanda tercinta Epyardi Asda meluncur deras ketubuhnya, menghantarkan Athari menembus Senayan menjadi wakil rakyat dalam usia muda. 27 tahun, Athari sudah diamanahkan masyarakat Sumbar untuk menjadi anggota DPR RI Dapil Sumbar 1.

Wanita berparas cantik, bertutur kata lembut ini, mampu menyedot perhatian masyarakat Sumbar. Kepiawaiannya berbicara, kemampuannya menarik massa dan program kerjanya yang sederhana, bisa diterima masyarakat Sumbar.

Tak salah rasanya, dara asal Solok ini mampu menyedot  suara 82982, di 11 kabupaten/kota mengalahkan patahana Asli Khaidir yang hanya meraup suara 70082 dan Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadique 60424 suara
Dengan total suara Partai PAN Dapil 1 Sumbar 261019, PAN sukses menghantarkan dua wakilnya ke Senayan, Athari dan Asli Khaidir.

Athari Gauthi Ardi, wanita kelahiran 27 -04-1992 ini awalnya, diragukan bisa bersaing dengan Caleg DPR RI dari PAN, maupun partai lainnya. Disamping masih muda, Athari tak banyak berkiprah di Sumbar. Tapi, Athari terbantu dengan nama besar ayahnya Epyardi Asda yang tiga priode duduk di DPR RI dari Sumbar 1 , Partai PPP.

Epyardi Asda kader terbaik PPP dan membesarkan partai berlambang  Kabah ini di Sumbar. Alhasil, pindahnya Epyardi Asda ke Partai PAN yang diwakili Athari  di Sumbar 1, suara Partai PPP langsung meredup dan gagal dapat kursi di Sumbar 1. Dan, suara PPP yang menghantarkan Epyardi ke Senayan, pindah tangan kepada Athari melalui Partai PAN.

Dara cantik, berkulit putih asal Solok ini, terjun jadi Caleg, bukan pada Pileg 2019 ini. Pada Pileg 2014 lalu, Athari bersaing bersama Ayahanda tercinta Epyardi Asda merebut hati pemilih Dapil Sumbar 1. Pesan ayah agar Athari tetap bertarung all out, meski harus bersaing dengan ayahnya sendiri, memicu semangat Athari. Tapi, Athari gagal mengalahkan ayahnya dan terundur kesempatan untuk duduk menjadi wakil rakyat di DPR RI. Partai PPP Dapil Sumbar direbut ayahnya sendiri.

Seiring berputarnya waktu, Athari semakin matang. Pendidikan, bimbingan ayahnya dan keinginan yang tinggi meraih sukses seperti ayahnya di dunia politik, Athari berkesempatan maju jadi Caleg PAN dengan Dapil yang menghantarkan ayahnya menjadi wakil rakyat tiga priode berturut, yakni Sumbar 1. Bedanya, Athari melenggang sendiri, tanpa harus bersaing dengan ayahnya yang pindah menjadi Caleg DPR RI Dapil Jakarta melalui partai PAN.

Buah hati Epyardi Asda itu, membuktikan diri, tanpa keikutsertaan ayahnya, Athari mampu melaju dengan pesat meninggalkan Caleg pesaing lainnya di Sumbar 1 Partai PAN. Athari mampu meraih suara terbanyak dan sukses menghantarkan PAN 2 Kursi di DPR RI Dapil Sumbar 1.

Sukses Athari disambut suka cita oleh pendukungnya dari kalangan milinial dan emak emak. Mereka berharap Athari mampu memperjuangkan aspirasi generasi muda dan Bundo Kanduang. Athari figur yang sederhana dan merakyatmenjadi inpirasi bagi kaum milinial dan emak emak.

Kepada Athari mereka berharap untuk bisa menyalurkan aspirasi mereka. Selamat ya, Athari sukses dan mampu mengemban amanah. Di usia muda 27 tahun, merupakan awal kesuksesan didunia politik mengikuti jejak ayah tercinta. Dan, menjadikan Athari makin matang berkarier di dunia politik. Satu atau dua priode di DPR RI, sudah cukup. Selabjutnya, menjadi Bupati Solok mungkin langkah cerdas membangun Kampung Halaman.

Untuk tim relawan 11 Kota dan Kabupaten, perjuangan bukan sampai disini. Kerja keras kita bersama harus berbuah hasil. Mari kita kawal Athari dan kita sampaikan aspirasi kita untuk membangun Sumbar. Athari yang telah kita hantarkan akan menjadi penyambung  lidah dan pesan hati kita untuk Ranah Minang tercinta ini.

Ditulis oleh Novri Hendri. Pimpinan Umum Koran Mingguan Investigasi dan Media Online www.Koranmingguaninvestigasi.com

1 komentar:

 
Top