Oleh : Novri Hendri, S.Sos
Wartawan Utama

Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu, Partai PPP Dapil Sumbar 1, dapat jatah 1 kursi melalui pengusaha asal Solok Epyardi Asda. Pada Pileg 2019, Epyardi Asda bertarung menuju DPR RI melalui Partai PAN, itupun Dapil DKI Jakarta.

Kedigjayaan Epyardi Asda tiga kali berturut turut menjadi anggota DPR RI melalui Partai PPP, sekarang dilanjutkan oleh anak tercinta Athari Gauthy Ardi. Meski, bukan lagi membawa bendera Partai PPP, Athari melenggang ke Senayan melalui Partai PAN bersama patahana Asli Khaidir.

Terkesan jatah PPP Sumbar di DPR RI melalui Epyardi Asda, berpindah tangan kepada Athari anak kandung Epyardi Asda. Suara Epyardi Asda di Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, Kota Sawahlunto dilibas Athari, termasuk juga Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.

Akibatnya, suara PPP Sumbar 1 di DPR RI, tergerus oleh Partai PAN  yang direbut Athari melalui perjuangan keras, sebab harus melawan dua kekuatan besar Asli Khaidir, patahana dan Shaddiq Pasadigue, mantan Bupati Kabupaten Tanah Datar dua kali berturut turut. Belum lagi suara Caleg PPP yang menjadi basis lumbung suara Epyardi Asda.

Apalagi pada Pileg 2014 lalu, Athari hanya menjadi penggembira mendampingi ayahnya untuk melengkapi quota perempuan 30 persen di Partai PPP.
Tahun 2019, ia melalui Partai PAN bertarung figh tanpa bayang bayang ayahnya melalui Partai PAN dan sukses mewakili Bundo Kanduang di Senayan.

Ini juga membuktikan sosok Epyardi Asda membesarkan PPP di Sumbar tak bisa ditawar lagi. 3 kali berturut turut mewakili Sumbar melalui PPP membuktikan, Epyardi Asda tokoh PPP yang sukses membesarkan Partai PPP.

Ini bukan tanpa alasan, sebab meski tak lagi memakai bendera PPP, Epyardi Asda sukses memberikan estafet perjuangannya kepada Athari. Partai PPP boleh tak mendapatkan jatah di Dapil Sumbar 1, tapi Epyardi Asda berhasil melanjutkan kedigjayaannya melalui buah hatinya Athari.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top