Pepatah lama, kok takuik di lamun ombak, jan barumah di tapi pantai. Pepatah ini, masih menjadi momok menakutkan bagi warga yang bermukim di Pantai. Tapi, sekarang kerisauan dapat teratasi, pekerjaan pengamanan pantai menjadi solusi.

PAINAN, INVESTIGASI_Rasa gembira bercampur suka, membias diwajah warga yang bermukim di Kawasan Pantai Muara Kandis. Deru mesin alat berat, deru beradunya suara batu yang tersusun menghilangkan kecemasan mereka akan bahaya abrasi pantai. Sekarang, kecemasan warga Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), berujung manis, jika proyek pengamanan pantai selesai dikerjakan

Proyek yang bersumber dari
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Sumber Daya Air, SNVT PJSA PJSA WS-Akuaman, WS Kampar, WS Rokan III Provinsi Sumatera Barat tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 7.944.987.000, bakal membantu mereka mengatasi ketakutan yang bertahun tahun mereka rasakan.
Diyakini, proyek yang sedang dikerjakan itu, mampu mengamankan perkampungan dan rumah mereka dari hancaman abrasi. Apalagi, batu yang didatangkan sesuai spesifikasi teknis.



Menurut Eri, salah seorang warga yang juga sering berkecimpung mengerjakan proyek pengamanan pantai, tingkat kesulitan pekerjaan sangat tinggi, terutama material batu jetty. Tapi, batu jetty yang didatangkan sesuai spesifikasi teknis, setelah pekerjaan, kesulitan berganti kebahagian, sebab disamping bisa mengamankan perkampungan juga bisa dijadikan kawasan wisata.

"Kami warga disini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS V) serta rekanan PT. Taman Karya Manggala yang serius mengerjakan proyek ini. Sehingga kecemasan warga selama ini, berubah kebahagian," katanya, seraya menyebutkan, semoga proyek yang dipacu pekerjaanya ini, selesai tepat waktu.

Senada juga dikatakan, Ros, ibu rumah tangga yang hampir tiap hari merasakan kecemasan bermukim di kawasan pantai. Katanya, ia memuji perhatian pemerintah yang cepat mengantisipasi kecemasan warga." Alhamdulillah, tak ada rasa takut lagi, bahkan siap membantu kontraktor agar pekerjaan cepat selesai. Juga saya merasa senang dengan orang BWSS V dan kontraktor yang begitu peduli dan pandai bersosialisasi dengan warga sekitar proyek," katanya.

Meski, pekerjaan pengamanan pantai Muara Kandis, penuh hiruk pikuk dan gangguan kendaraan yang masuk membawa material, masyarakat sangat memaklumi, sebab proyek ini dikerjakan untuk mereka. Bahkan, mereka dengan rela, menyerahkan lahan untuk meletakkan material maupun sebagai jalan mobil yang membawa material."Proyek ini kepentingan kami dan kami siap membantu pekerjaan sampai selesai," ulasnya.

Rasa bangga juga tersirat diwajah Elkamsi, Walinagari Muaro Kandis. Laki laki yang disegani warganya ini memuji kerjasama yang baik dan sinergi yang bagus antara warga, BWWS V dan rekanan. Sehingga pekerjaan proyek pengamanan pantai ini berjalan lancar. Ia juga memuji warganya dengan ikhlas dan rela membantu pekerjaan dan memaklumi ketidaknyamanan akibat kendaraan membawa materil dan kerasnya suara alat berat.

"Kebersamaan yang terjalin dalam mengerjakan proyek ini akan membawa berkah bagi kita semua. Dan, ungkapan terima kasih tak terhingga kita sampaikan  BWWS dan rekanan yang bekerja sepenuh. Sehingga kecemasan tak lagi dirasakan warga," katanya dengan raut wajah gembira. Nv

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top