Tanah Datar, Investigasi-Drs.Armen salah seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD kab.Tanah Datar, dengan Daerah Pemilihan (Dapil) I ( Tanjung Emas,Padang Ganting, Lintau Buo, dan Lintau Buo Utara) dari Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) nomor urut 4 nyatakan tidak terima hasil Rekapitulasi Suara ditingkat PPK ( Panitia Pemilihan Kecamatan) yang terkesan ada dugaan penggelembungan suara untuk caleg yang lain. 



Menurut Armen yang juga mantan Kepala Dinas Penanaman Modal , KPPT, dan Tenaga Kerja kabTanah Datar ini, bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan siapa yang jadi pemenang namun yang terutama adalah adanya asas kejujuran, adil dan transparan. Sekarang perolehan suara yang diterima oleh caleg yang katanya perolehan tertinggi di Dapil I  dari Partai Hanura, ternyata kami menemui adanya "dugaan" penggelembungan suara mencapai 103 suara. Hal ini kami temui lanjut Armen, ada pada TPS 008 dan TPS 026 Nagari Padang Ganting, telah terjadi penggelembungan dengan cara "coret-coret" yang kami duga sebagai Plano C-1.

Berdasarkan permasalahan tersebut, kata Armen ke media ini, pihaknya akan Surati Bawaslu Kabupaten dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kab.Tanah Datar.dengan formasi Laporan dan minta untuk ditinjau ulang oleh pengawas pemilu dan pelaksana pemilu tersebut.  Dalam laporan tertanggal 14 Mei tersebut, Armen menyebutkan bahwa nominal angka yang diduga  digelembungkan tersebut terdapat angka 70 suara untuk Caleg nomor urut 3  di TPS 026 dan sebanyak 33 suara di TPS 008 Padang Ganting dengan inisial Caleg "Ww".  " Inilah yang akan kami minta tinjau ulang kepada pihak penyelenggara dan Pengawas apakah hasil perolehan dengan cara coret-coret yang siginifikan akan tetap dileges sebagai suara sah" , kata Armen.

Jika hal ini tidak dilakukan peninjauan ulang lanjut Katik Mangkudun sapaan akrab Armen ini , maka kami sebagai caleg yang dirugikan akan  tuntut melalui jalur hukum, tegasnya. Untuk itu kami mengharapkan kepada pihak penyelenggara, mohon dilakukan penghitungan yang cermat dan seksama agar tidak ada yang dirugikan satu sama lainnya," harapan Armen.

Terpisah, Buk ( L) anggota KPPS di Kabupaten Tanah Datar mengatakan kepada media ini bahwa seharusnya C1 itu tidak boleh ada corat coret, kami sewaktu penghitungan di TPS menulisnya pakai spidol yang telah disediakan oleh KPU dan bukan dengan Pena, disini saya melihat jumlah suara didapat Partai dan Caleg berbeda dengan yang tertulis di C1,"terangnya.

Saat media ini mengkonfirmasikan kepada WW melalui pesat Whats Apps menanyakan tentang adanya C1 yang tercorat coret, yang bersangkutan tidak membalas pesan WA dan hanya membaca saja, sampai berita ini dinaikan tidak ada tanggapan dan klarifikasi dari WW. Tim

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top